
Director Talks: Mistik Melampaui Ketakutan
Menelaah kembali hubungan antara mistik, tradisi komunal, dan kebudayaan melalui medium sinema kontemporer bersama sutradara Wregas Bhanuteja.

Director Talks: Mistik Melampaui Ketakutan
Pendaftaran online untuk sesi ini telah ditutup. Tiket tersedia On The Spot (OTS ONLY) langsung di venue PDIN Yogyakarta.
OTS ONLYWregas Bhanuteja
Sutradara Film 'Para Perasuk'
Wregas Bhanuteja adalah sutradara lulusan IKJ yang meraih Best Short Film di Cannes Critics’ Week melalui Prenjak (2016) dan 12 Piala Citra melalui Penyalin Cahaya (2021), serta film-filmnya berkompetisi di berbagai festival internasional, termasuk Sundance Film Festival.
Venue:Pusat Desain Industri Nasional (PDIN), Jl. Terban, Yogyakarta
Ruang / Lokasi:Ruang Kaca Bawah (Selatan), PDIN Yogyakarta
💡 Disarankan hadir 15 menit sebelum sesi dimulai untuk registrasi kehadiran di lokasi.
Director Talks: Mistik Melampaui Ketakutan
Tema: “Heritage dalam Sudut Pandang Pembuat Film”
Sejarah dan kebudayaan Indonesia tumbuh melalui beragam tradisi, termasuk pengalaman-pengalaman yang hari ini kerap kita kategorikan sebagai mistik. Namun, dalam kehidupan modern, mistik sering ditempatkan berseberangan dengan rasionalitas: dianggap sebagai sesuatu yang irasional, terbelakang, bahkan perlu ditinggalkan. Dalam sinema Indonesia, kecenderungan tersebut menemukan bentuk yang populer melalui maraknya horor supranatural; ketika mistik terutama hadir sebagai sumber teror, ketakutan, dan hiburan.
Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja menawarkan kemungkinan yang berbeda. Film ini tidak semata-mata menggunakan mistik untuk menakut-nakuti, tetapi menghadirkannya sebagai bagian dari pengalaman komunal: sebuah praktik yang mempertemukan tubuh, tradisi, kesenangan, kepercayaan, ruang hidup, dan relasi antarmanusia. Kerasukan tidak berhenti sebagai fenomena yang harus ditakuti, melainkan membuka kemungkinan untuk mengalami sesuatu yang berada di luar batas keseharian.
Berangkat dari film tersebut, Director Talk ini mengajak kita melihat kembali hubungan antara mistik, tradisi, dan kebudayaan melalui medium sinema. Jika heritage adalah sesuatu yang terus hidup, berubah, dan dinegosiasikan oleh masyarakat, bagaimana kita memahami praktik-praktik mistik yang juga terus mengalami perubahan dan penafsiran? Apakah modernitas harus selalu berarti meninggalkan yang dianggap irasional? Dan ketika sinema mencoba melihat mistik melampaui fungsi terornya, pengalaman macam apa yang sesungguhnya sedang dibuka?
Program Non-Pemutaran Lainnya
Heritage Talks: Merawat yang Hidup
Membahas konsep dan kerangka kuratorial KHFF dalam memandang warisan budaya sebagai entitas hidup yang terus bergerak dan dirawat bersama.
Heritage Workshop: Stop Motion!
Ruang belajar kreatif teknik animasi gerak henti (stop motion) secara partisipatif dengan merespons narasi, arsip, dan objek warisan budaya.